(mohon maaf sebelumnya…karena konten yang ada n dimuat tidak sistematis karena yang saya tulis muncul dengan seadanya…hehehe….)
1. Daur Ulang Aspal Campuran Panas
Adalah proses penggunaan kembali bahan perkerasan lama beraspal, bahan agregat perkerasan lama; ditambah atau dikombinasikan dengan campuran agregat dan aspal baru; dengan atau tanpa bahan aditif (tambahan).
Keuntungan dari proses daur ulang aspal campuran panas yaitu:
• Terjadinya peningkatan nilai struktur yang cukup berarti
• Terjadinya perbaikan atau koreksi lapis perkerasan dan pondasi lama yang kurang sempurna;
• Penyimpangan komposisi campuran terkoreksi
• Problem yang dihadapi lebih sedikit
Metode daur ulang aspal campuran panas ada 2 jenis yaitu daur ulang dengan pencampuran ditempat dan daur ulang dengan pencampuran secara terpusat.
Daur ulang dengan pencampuran di tempat biasanya hanya bisa dilakukan bilamana tingkat ketebalan daur ulang (pengupasan dan penggelaran kembali) yang dilakukan dan dibutuhkan tidak terlalu tebal (sekitar 2,5 cm).
Daur ulang dengan pencampuran secara terpusat biasanya diterapkan bilamana bahan yang didaur ulang dan digelar kembali dalam jumlah yang cukup banyak baik dalam ketebalan maupun volume. Sebelum pencampuran di AMP, bahan daur ulang pada umumnya dipecah terlebih dahulu baik di tempat atau di dekat AMP.
2. Daur ulang perkerasan aspal campuran dingin
Adalah proses daur ulang perkerasan beraspal, dimana proses pencampurannya dilakukan tanpa pemanasan baik ditempat maupun dicentral mix plant, kemudian digelar dan dipadatkan pada tempat yang telah dikupas.
Dalam pencampuran dilakukan ditempat (in-situ), pencampuran seringkali dilakukan oleh mesin pengupas dengan sedikit modifikasi berupa penambahan alat penampung (batching) dan penyemprot aspal didekat drum pengupas. Dibelakang drum hasil pengupasan hasil yang telah bercampur aspal serta digemburkan oleh alat penggembur akan masuk (ditangkap) oleh paver dan digelar dibelakangnya, lalu dipadatkan oleh alat pemadat roller atau compacter.
Keuntungannya, hasil rehabilitas akan dapat meningkatkan mutu dan kapasitas jalan yang bersangkutan.
Reliable Suppliers - Contact Now! Search, Browse or Post Buying Leads
Tampilkan postingan dengan label Daur Ulang Aspal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daur Ulang Aspal. Tampilkan semua postingan
Minggu, 10 Juli 2011
Beberapa metode daur ulang Lapisan Perkerasan
Perkerasan jalan raya terdiri dari dua jenis
1. Jenis perkerasan Rigid/Kaku (Beton)
2. Jenis Perkerasan fleksibel/lentur (aspal)
saya mencoba membahas mengenai perkerasan Fleksibel/lentur(Aspal).
Dilihat dari bahan baku yang digunakan dalam konstruksi lapis perkerasan adalah batuan dalam bentuk agregat serta aspal sebagai bahan pengikat; bahan konstruksi aspal termasuk salah satu bahan yang dapat dipergunakan kembali atau di daur ulang.
beberapa sifat-sifat baku perkerasan aspal ini sehingga dapat di daur ulang adalah (mmmmm...apa ya...tunggu aku cb ingat2 lgi)
(tiiiinnnng... aku ingat mas bro..klau salah tlg ditambah ata ditegur ya...)
1. Agregat dengan nilai abrasi (Los Angeles) sesuai ketentuan (<40) mempunyai daya tahan cukup baik gradasi (jumlah, ukuran, bnetuk dan komposisi butiran. 2. Aspal merupakan bahan pengikat yang dapat "dikembalikan" sifat baiknya semula (penetrasi) dengan cara menambahkan bahan remaja (rejuvenating agen) pada aspal yang sudah mengalami penurunan "mutu". selain kedua sifat diatas ada beberapa faktor yang menjadi pendorong dalam melakukan daur ulang aspal diantaranya penerapan teknologi daur ulang aspal..heheheheh...
Di "dunia" daur ulang konstruksi perkerasan jalan; paling tidak dikenal ada 7 jenis atau metode daur ulang (1). hot-mix recycle ; (2).cold-mix recycle; (3).surface recycle; (4).reconstruct with all new material; (5).patch and thick overlay; (6).patch and thin overlay; and (7).patch and rutin maintenance..
(sekian dulu ya...soalnya aku lupa penjelasannya...nnti dilanjut dilain waktu)
1. Jenis perkerasan Rigid/Kaku (Beton)
2. Jenis Perkerasan fleksibel/lentur (aspal)
saya mencoba membahas mengenai perkerasan Fleksibel/lentur(Aspal).
Dilihat dari bahan baku yang digunakan dalam konstruksi lapis perkerasan adalah batuan dalam bentuk agregat serta aspal sebagai bahan pengikat; bahan konstruksi aspal termasuk salah satu bahan yang dapat dipergunakan kembali atau di daur ulang.
beberapa sifat-sifat baku perkerasan aspal ini sehingga dapat di daur ulang adalah (mmmmm...apa ya...tunggu aku cb ingat2 lgi)
(tiiiinnnng... aku ingat mas bro..klau salah tlg ditambah ata ditegur ya...)
1. Agregat dengan nilai abrasi (Los Angeles) sesuai ketentuan (<40) mempunyai daya tahan cukup baik gradasi (jumlah, ukuran, bnetuk dan komposisi butiran. 2. Aspal merupakan bahan pengikat yang dapat "dikembalikan" sifat baiknya semula (penetrasi) dengan cara menambahkan bahan remaja (rejuvenating agen) pada aspal yang sudah mengalami penurunan "mutu". selain kedua sifat diatas ada beberapa faktor yang menjadi pendorong dalam melakukan daur ulang aspal diantaranya penerapan teknologi daur ulang aspal..heheheheh...
Di "dunia" daur ulang konstruksi perkerasan jalan; paling tidak dikenal ada 7 jenis atau metode daur ulang (1). hot-mix recycle ; (2).cold-mix recycle; (3).surface recycle; (4).reconstruct with all new material; (5).patch and thick overlay; (6).patch and thin overlay; and (7).patch and rutin maintenance..
(sekian dulu ya...soalnya aku lupa penjelasannya...nnti dilanjut dilain waktu)
Langganan:
Postingan (Atom)